AKTUALITA.CO.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia akan mulai memberikan vaksin human papillomavirus (HPV) kepada anak laki-laki usia 11 tahun pada tahun 2027.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas perlindungan terhadap berbagai penyakit akibat infeksi HPV, termasuk kanker dan kutil kelamin.
Menurut Kementrian Kesehatan, Vaksin HPV diketahui efektif mencegah sejumlah penyakit serius, seperti kanker penis, kanker anus, serta kutil kelamin yang disebabkan oleh virus HPV tipe 6, 11, 16, dan 18.
Selama ini, vaksin HPV lebih dikenal sebagai upaya pencegahan kanker serviks pada perempuan, namun pemberian kepada laki-laki juga penting untuk memutus rantai penularan virus.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam mencapai eliminasi kanker serviks dan penyakit terkait HPV di Indonesia.
“Kami menargetkan 90 persen anak perempuan dan laki-laki mendapatkan vaksinasi HPV sebelum usia 15 tahun agar mereka memiliki perlindungan optimal,” ujar Nadia, Kamis (19/2/2026).
Ia memaparkan, terdapat tiga target utama yang ingin dicapai Kemenkes dalam upaya eliminasi kanker serviks.
“Pertama, sebanyak 90 persen anak perempuan dan laki-laki diimunisasi HPV sebelum usia 15 tahun. Kedua, sebanyak 75 persen perempuan usia 30 hingga 69 tahun menjalani skrining menggunakan tes DNA HPV. Ketiga, sebanyak 90 persen perempuan dengan lesi pra-kanker maupun kanker invasif mendapatkan penanganan yang tepat,” jelasnya.
Kemenkes juga memastikan bahwa vaksin HPV aman dan tidak menyebabkan kemandulan, sebagaimana isu yang kerap beredar di masyarakat. Pemerintah menegaskan bahwa vaksinasi telah melalui uji klinis dan direkomendasikan oleh berbagai lembaga kesehatan dunia.
Dalam pelaksanaannya diketahui, pemberian vaksin HPV disesuaikan dengan kelompok usia. Anak usia hingga 15 tahun akan mendapatkan dua dosis vaksin, sementara mereka yang berusia di atas 15 tahun akan menerima tiga dosis untuk memastikan efektivitas perlindungan yang maksimal.
Program vaksinasi HPV ini juga merupakan bagian dari pendekatan pencegahan yang komprehensif.
“Selain imunisasi, Kemenkes turut menekankan pentingnya edukasi masyarakat mengenai perilaku hidup sehat, skrining dini, diagnosis, serta tata laksana penyakit terkait HPV. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat sistem pencegahan secara menyeluruh,” paparnya.
Melalui program imunisasi HPV, pemerintah menargetkan penurunan angka kejadian kanker leher rahim hingga mencapai 4 kasus per 100.000 penduduk per tahun pada 2030. Upaya ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban penyakit, tetapi juga melindungi generasi muda Indonesia dari risiko kanker dan penyakit serius lainnya di masa depan.
(Retza)









