AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memutuskan untuk mengundur pembangunan hotel asrama haji dan umrah yang semula direncanakan dimulai pada 2026.
Tadinya, Proyek tersebut rencananya akan dibangun di kawasan sekitar Masjid Raya Nurul Wathon Cibinong.
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor Eko Mujiarto membenarkan adanya penundaan tersebut.
“Iya betul diundur karena sesuai waktu itu tidak terkejar,” ujar Eko kepada Aktualita.co.id, Senin (30/3/2026).
Menurut Eko, penundaan juga merupakan tindak lanjut dari arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyarankan agar proyek tidak dipaksakan jika waktu pelaksanaan terlalu sempit.
Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan, sisa waktu efektif pembangunan hanya sekitar enam bulan setelah melalui proses lelang. Durasi tersebut dinilai tidak ideal.
“Proses lelang itu menyisakan waktu pelaksanaan hanya enam bulan, itu juga kalau tidak ada sanggahan. Kalau ada sanggahan, waktunya bisa lebih panjang lagi,” jelasnya.
Eko mengatakan, pihaknya juga telah melakukan ekspose rencana pembangunan kepada KPK dalam rangka pendampingan. Dari hasil evaluasi tersebut, disimpulkan bahwa waktu yang tersedia terlalu mepet untuk menjamin pelaksanaan proyek berjalan optimal.
“Kalau hanya enam bulan, waktunya sangat mepet, jadi jangan dipaksakan sesuai arahan KPK,” katanya.
Ia mengungkapkan, proyek pembangunan hotel asrama haji dan umrah dengan nilai anggaran mencapai Rp142 miliar tersebut dijadwalkan ulang dan direncanakan mulai dibangun pada 2027.
“Tahun depan kita lelang dini, sehingga Januari 2027 sudah siap pelaksanaan,” pungkasnya.
(Retza)









