AKTUALITA.CO.ID – Dalam kunjungan kerja Bupati Bogor Bachril Bakri ke Kecamatan Jonggol pada Senin (03/02/25), Kepala Desa Sukanegara Ahmad Yani menyampaikan bahwa masih terdapat warga yang membuang kotoran septictank-nya ke solokan atau ke kali.
“Di wilayah Desa Sukanegara masih ada warga yang membuang kotoran atau septic tank-nya langsung ke kali,” ungkap Ahmad Yani.
Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut menjadi tantangan dalam menjaga kebersihan lingkungan, yang berpengaruh pada pencegahan stunting.
“Sebagai upaya mencegah stunting, lingkungan harus bersih. Ada beberapa titik yang perlu mendapat bantuan MCK atau sanitasi desa. Kondisi ini hanya terjadi di beberapa titik, Ini akan jadi evaluasi kami. Kemungkinan hanya sekitar lima persen wilayah yang septic tank-nya langsung ke kali,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Camat Jonggol Andri Rahman menegaskan bahwa Kecamatan Jonggol sebelumnya telah mendeklarasikan status Open Defecation Free (ODF) untuk 14 desa, termasuk Sukanegara.
“Sebetulnya kami sudah mendeklarasikan ODF. Namun, mungkin masih ada beberapa warga yang melanggar. Kami akan cek by name by address untuk memastikan siapa yang masih melakukan praktik tersebut,” jelas Andri.
“Jika masih ditemukan warga yang tidak memiliki fasilitas sanitasi layak, akan ada langkah penanganan. Jika dibicarakan tadi ada kembali maka kami akan cek ada berapa orang yang masih melakukan itu,” sambungnya.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Beben Suhendar, turut menyoroti permasalahan ini. Ia menyarankan agar pemerintah desa mengusulkan pembangunan septic tank komunal melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).
“Coba ajukan usulan untuk septic tank komunal. Nanti saya dan H. Sulaeman dari Fraksi PKS akan bantu melalui aspirasi. Masukkan ke SIPD dan ingatkan saya,” ujar Beben.
“Langkah ini diharapkan dapat membantu mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan bersih di wilayah Kecamatan Jonggol,” tutupnya.
(Rz)









