AKTUALITA.CO.ID _ Seperti dihantui masalah setiap harinya, itulah Gambaran kehidupan Ahmad Hidayat Direktur BUMDes Selawangi setelah nama dan perannya sebagai Direktur BUMDes dimanfaatkan oleh Kepala Desa Selawangi H. Juhendi Ahmad Zulfikar atau yang akrab disapa Kopral yang diduga ingin mengambil keuntungan pribadi.
Ahmad Hidayat menyesalkan apa yang telah dilakukan oleh Kepala Desa terhadap dirinya, pasalnya dirinya baru menjabat sebagai Direktur BUMDes sejak Januari 2025 harus dihantui bayangan jeruji besi karena fungsinya hanya sebagai kambing hitam.
“ Saya tidak berfikiran negative sekalipun, sebagai warga pendatang (Bandung) saya ditarik kades mungkin karena saya punya potensi, tapi saya juga tidak menyangka jika ada sesuatu hal dibalik semua itu,” terangnya.
Dia menyebut, dari mulai pengajuan dan pembuatan Rencana Anggaran Belanja (RAB) BUMDes Selawangi dirinya yang membuat. Namun, setelah pencairan dia diminta untuk menyerahkan semua uang yang seharusnya untuk peruntukan BUMDes tersebut kepada istri kepala desa.
“Saya dibawah tekanan, guna menyelamatkan posisi, jangan sampai nanti saya yang pakai baju orange sedangkan tidak menikmati apa-apa. Makanya saya videokan saat uang itu saya serahkan kepada istrinya,”jelasnya saat di hubungi via telepon cellular. Selasa (3/2/26).
“Saya juga tidak tau apakah pembuatan kandanng kambing itu seseai dengan RAB yang saya buat atau tidak, karena sudah tidak dilibatkan dan infonya dikelola oleh kelompok tani,” tambahnya.
Terkait masalah ini, dirinya sudah berkonsultasi dengan Pendamping Desa Selawangi tingkat Kecamatan. Namun, memang belum dilakukan monev dari pihak kecamatan, informasinya itu bulan 3 atau bulan 4 akan dilakukan monev.
“Sejak saya sadar peran saya hanya dimanfaatkan, dan sejak uang itu diambil alih sama kades saya sudah menyatakan mengundurkan diri baik lisan maupun tertulis,” akunya.
Hanya saja sampai saat ini, dia menyebut sangat sulilt untuk menemui kades perihal pengunduran dirinya. “ Sejak penyerahan uang sampai saat ini saya belum ketemu kades, sepertiya menghindar karena saya minta tanda tangan surat pengunduran diri saya,” tutupnya.
(ret/red)









