AKTUALITA.CO.ID _ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar dialog nasional bidang ketahanan ekonomi dengan tema UMKM dan pangan, untuk mewujudkan ketahanan ekonomi di daerah. Acara tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-542. Acara dibuka secara virtual oleh Plh. Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Togap Simangunsong, di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Jumat (7/6/24).
Plh. Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Togap Simangunsong menjelaskan, pemerintah daerah harus selalu berupaya menjaga stabilitas harga dengan cara menyusun neraca kebutuhan pokok masyarakat, agar dapat terpantau berapa kebutuhan dan stok bulanan.

“Terdapat enam upaya konkret pemerintah daerah dalam menangani inflasi daerah. Kabupaten Bogor menjadi salah satu dari 28 pemda, yang melaksanakan enam aksi konkret tersebut,” jelas Togap.
Togap melanjutkan, yakni melaksanakan operasi pasar, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, kerjasama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, gerakan menanam, merealisasikan bantuan tunai, dan dukungan transportasi dari APBD.
“Semoga dialog nasional bidang ketahanan ekonomi ini dapat menghasilkan berbagai pemikiran konstruktif,” ujar Togap.
Sementara Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra mengungkapkan, Dinas Koperasi UKM (Diskop UKM) Kabupaten Bogor telah melakukan kegiatan fasilitasi bagi para pelaku UMKM dengan memberikan dukungan berupa sewa toko dan sarana penunjangnya, dan saat ini telah memfasilitasi sebanyak 32 Etals di kecamatan.

“ Untuk mendukung sektor pariwisata, Diskop Ukm telah memberikan pula dukungan kepada para pelaku UMKM berupa booth stand sebanyak 161 unit di 27 lokasi objek wisata yang tersebar di 10 kecamatan,” ungkap Suryanto kepada Aktualita.co.id.
“Semoga dialog nasional ini dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam memajukan umkm dan sektor pangan, dengan menggali potensi dan peluang baru, serta merumuskan strategi yang tepat untuk mewujudkan ketahanan ekonomi di daerah, khususnya di Kabupaten Bogor,” harap Pj. Sekda.
*Rezza









