AKTUALITA.CO.ID _ Dugaan keterlibatan salahsatu Ketua RT di Desa Bojong Nangka yang ikut andil dalam percaloan PPDB sehingga mengakibatkan 30 orang kena tipu. H Amir Arsyad angkat bicara. Rabu (31/7/24).
Kepala Desa Bojong Nangka, H. Amir Arsyad mengatakan, adanya dugaan penipuan PPDB yang dilakukan oleh salahsatu Ketua RT di desanya dengan modus penambahan kelas akan ia tindaklanjuti.
“Terkait hal tersebut, saya sudah mendapatkan laporan aduan tersebut dari pak kadus (kepala Dusun), dan saya juga meminta kepada Kadus untuk mencari tau kebenaran yang sebenarnya,” kata kepala Desa Bojong Nangka kepada Aktualita.co.id.
H. Amir juga sangat menyayangkan dengan apa yang telah dilakukan salahsatu Ketua RT di wilayahnya tersebut yang memanfaatkan PPDB untuk transaksi jual beli bangku guna meraup keuntungan pribadi.
” Saya pribadi sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. RT yang seharusnya jadi contoh dilingkungan malah ikut terlibat dalam hal ini,” keluhnya.
“Kalau konsekuensinya kita kembalikan lagi kepada masyarakat seperti apa,” tambah ia.
Atas adanya kejadian tersebut, Kepala Desa juga akan memanggil para korban untuk datang ke kantor Desa Bojong Nangka, untuk melakukan musyawarah seperti apa yang akan dilakukan kedepannya.
“Dalam waktu dekat ini, saya juga sudah berkomunikasi dengan pak kadus untuk bisa dikumpulkan para korban ini di kantor desa, untuk melakukan musyawarah,” katanya.
“Saya juga meyakinkan, bahwa RT ini hanya dijadikan bumper saja dalam dugaan kasus tersebut. Tapi kita juga masih menunggu nanti hasilnya seperti apa,” tambahnya.
H.Amir menyebut, Sebelumnya pihak Pemdes Bojong Nangka sudah melayangkan surat kepada Kantor Cabang Dinas (KCD 1) Kabupaten Bogor untuk diadakan penambahan kelas, lantaran banyaknya warga Desa Bojong Nangka yang tidak masuk dalam Sistem PPDB.
” Upaya Pemdes sendiri sudah mengirimkan surat permohonan kepada KCD 1 Kabupaten Bogor, supaya ada penambahan kelas, namun konteksnya bukan untuk dimanfaatkan oleh okum jual beli kursi, melainkan untuk bisa mengakomodir warga Desa Bojong Nangka yang tidak masuk dalam sistem PPDB,” ujarnya.
” Belum ada jawaban dari KCD. ya mudah-mudahan tahun depan warga Desa Bojong Nangka bisa lebih banyak yang masuk di SMA Negeri 1 Gunung Putri,” pungkasnya.
*Rezza/Ns









